Optimalkan Kecerdasan Anak dengan Stimulasi Sejak Dini

Optimalkan Kecerdasan Anak dengan Stimulasi Sejak Dini

Optimalkan Kecerdasan Anak dengan Stimulasi Sejak Dini

Beberapa orang tua mungkin khawatir untuk memberikan stimulasi tidak sesuai usia buah hati. Stimulasi sejak dini penting dilakukan untuk menunjang perkembangan buah hati dan harus disesuaikan dengan usianya. Contohnya adalah perkembangan bayi 4 bulan yang mulai belajar belajar bicara. Bunda dapat memberikan stimulasi seperti menirukan kata-kata yang keluar dari mulut buah hati agar dapat ditirukan kembali.

Pengaruh Stimulasi Sejak Bayi

Banyak orang percaya bayi dapat tumbuh dengan alami sesuai waktunya tanpa harus diberikan stimulasi tertentu. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak penelitian yang sudah membuktikan hal ini tidak benar.

Dilansir dari Science Daily, menurut ahli saraf yang juga merupakan profesor di Norwegian University of Science and Technology (NTNU), Audrey van der Meer, jumlah neuron dalam otak meningkat, baik jumlah maupun spesialisasinya, ketika bayi mempelajari keterampilan baru dan lebih banyak bergerak.

Jutaan neuron dalam otak dihubungkan sinapsis atau titik temu antarterminal dalam neuron. Saat buah hati beradaptasi dengan hal-hal di sekitarnya, saat itulah sinapsis baru di otak yang membawa pengetahuan tertentu.

Jika sinapsis tersebut dilatih, pengetahuan akan bertahan di otak bayi. Sebaliknya, jika tidak, pengetahuan dapat menghilang. Pada dasarnya, kecerdasan yang dimiliki anak bergantung pada bagaimana stimulasi yang didapat. Jika tidak mendapat stimulasi, tentunya perkembangan akan terjadi lebih lambat.

Kapan Stimulasi Mulai Diberikan?

Stimulasi dapat mulai diberikan bahkan sebelum bayi lahir. Otak bayi bahkan sudah berkembang sejak dalam kandungan, Bun. Karena itu, tidak ada kata terlalu dini untuk memberikan stimulasi kepada buah hati.

Hal yang Bunda perlu perhatikan adalah stimulasi yang diberikan harus menyesuaikan usia dan tahapan perkembangan buah hati. Meski tujuannya adalah memberikan stimulasi atau “tantangan” agar buah hati belajar dan terlatih, stimulasi yang dilakukan tetap tidak boleh berlebihan dan harus disesuaikan.

Stimulasi yang Tepat Diberikan Sesuai Usia

Stimulasi sebaiknya diberikan sesuai usia tumbuh kembang buah hati, Bun. Berikut stimulasi yang bisa Bunda berikan untuk menunjang kecerdasan buah hati.

  1. 0-4 bulan

Bulan pertama bisa dimulai dengan memberi stimulasi seperti pelukan, gendongan, hingga kontak mata. Setelah memasuki bulan kedua, Bunda sudah mulai mengajak buah hati bicara dan mengajarkan tersenyum. Stimulasi juga bisa diberikan melalui suara berupa musik dan mainan yang bisa digenggam bayi.

  1. 4-6 bulan

Perkembangan bayi 4 bulan dapat distimulasi dengan memberikan mainan yang berbunyi ketika digerakkan, mendorong bayi untuk tengkurap, serta belajar berbicara. Pada usia ini, bayi biasanya juga bisa berlatih duduk. Pada usia ini, buah hati juga senang diajak bercermin.

  1. 6-9 bulan

Stimulasi yang bisa Bunda lakukan pada usia ini adalah mulai memanggil buah hati dengan nama panggilannya. Bunda juga bisa membacakan buku cerita, belajar tepuk tangan, dan jabat tangan. Setelah dapat duduk dengan tegak, buah hati bisa dilatih untuk belajar berdiri dengan berpegangan.

  1. 9-12 bulan

Memasuki usia ini, buah hati sudah dapat dilatih memanggil orang-orang di sekitarnya dengan panggilan yang benar seperti “mama” atau “papa”. Bayi juga mulai bisa belajar berjalan dengan berpegangan pada usia ini.

  1. 12-18 bulan

Pada usia ini, semakin banyak alat yang bisa digunakan untuk menstimulasi buah hati. Ini karena buah hati sudah mulai paham bentuk mainan. Memberikan perintah untuk mengambil atau memegang suatu benda juga bisa melatih ketangkasan buah hati. Bunda juga bisa memperkenalkan nama benda dan warna yang terlihat di sekitar buah hati.

  1. 18-24 bulan

Stimulasi yang bisa diberikan pada buah hati saat berusia 18-24 bulan adalah menceritakan keseharian. Selain itu, Bunda bisa menstimulasi buah hati untuk belajar mengenal bagian-bagian tubuh, mengenakan baju dan celana sendiri, latihan melempar bola, latihan melompat, dan latihan menggambar.

Belajar bukan dimulai ketika anak mulai memasuki usia sekolah, Bun. Proses belajar sudah dialami buah hati sejak lahir. Semakin cepat dan tepat stimulasi diberikan, akan semakin baik bagi perkembangan kecerdasan buah hati.

Pada usia perkembangan bayi 4 bulan, buah hati sudah mampu mengekspresikan emosi meskipun belum sekompleks usia kanak-kanak. Bagaimana, Bun, sudah siap mengembangkan kecerdasan buah hati dengan stimulasi sejak dini?

Artikel Lainnya di Tahapan Bayi 0 - 6 bulan

Bun, Atasi Buah Hati Rewel ...

Meski terkadang sulit dihindari, ada kalanya Bunda mesti menghadapi kondisi buah hati terus menerus...

Manfaat Permainan Sederhana untuk Stimulasi ...

Perkembangan kecerdasan buah hati sudah dimulai sejak dalam kandungan dan terus berlanjut setelah...

Cilukba: Stimulasi Sederhana yang Menyenangkan ...

Dalam setiap tahapan perkembangan, buah hati membutuhkan stimulasi berbeda. Stimulasi bayi 4 bulan...

Permainan Sederhana untuk Stimulasi Fisik ...

Usia 0-6 bulan adalah masa yang menakjubkan dalam perkembangan buah hati. Memasuki usia 2 bulan,...

Tips Memilih Jenis Pakaian untuk ...

Sebagai salah satu kebutuhan dasar bayi, Bunda juga perlu memperhatikan pemilihan jenis pakaian...

Pengaruh Asupan Makanan Bunda Terhadap ...

Pernahkah Bunda mendengar mitos ibu menyusui dilarang makan pedas karena takut bayi diare atau...

Artikel Terpopuler

Tahapan Tumbuh Kembang Anak

Baca Selengkapnya >

Bun, Ini Penyebab Bayi ...

Baca Selengkapnya >

MPASI untuk Rangsang Pertumbuhan ...

Baca Selengkapnya >

Resep MPASI: Bubur Beras ...

Baca Selengkapnya >

Tips Aktivitas untuk Mendukung ...

Baca Selengkapnya >